Tampilkan postingan dengan label Kabar daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar daerah. Tampilkan semua postingan

World Coconut Day, Joune Ganda Dorong Hilirisasi dan Peremajaan Kelapa Sulut

Tidak ada komentar

Rabu, 07 Oktober 2026

 


EXPRESSINDONEWS--  Peringatan World Coconut Day (Hari Kelapa Sedunia) yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, menjadi momentum penting untuk memperkuat pengembangan komoditas kelapa, khususnya di daerah yang memiliki hamparan perkebunan kelapa cukup luas.

Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, yang hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keberlanjutan ekosistem kelapa sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Joune Ganda mengatakan, kehadirannya bersama Bupati Minahasa Selatan dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebagai bagian dari peringatan World Coconut Day, tetapi juga berkaitan dengan agenda pergantian kepengurusan KOPEK.

“Terima kasih teman-teman media. Saya, Joune Ganda, Bupati Minahasa Utara, bersama Bupati Minahasa Selatan hadir karena Minahasa Utara dan Minahasa Selatan merupakan daerah yang memiliki perkebunan kelapa yang luas,” ujar Joune.

Menurutnya, dalam agenda musyawarah tersebut telah dibentuk tim formatur yang selanjutnya akan menindaklanjuti proses pergantian kepengurusan KOPEK.

Namun, kata Joune, hal yang jauh lebih penting adalah berbagai peluang pengembangan komoditas kelapa yang dibahas dalam musyawarah, terutama menyangkut hilirisasi, keberlanjutan petani, serta peremajaan tanaman kelapa.

“Dalam Munas tadi disampaikan berbagai peluang tentang kelapa ke depan, termasuk bagaimana hilirisasi dikembangkan dan bagaimana petani kelapa bisa terus berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya program peremajaan tanaman kelapa, termasuk penyediaan bibit unggul yang nantinya dipersiapkan oleh pemerintah pusat dengan dukungan pemerintah daerah.

Joune menegaskan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bersama pemerintah daerah lainnya di Sulawesi Utara akan terus mendukung program pemerintah pusat dalam menjaga keberlangsungan komoditas kelapa.

“Pada prinsipnya kami di Minahasa Utara dan Minahasa Selatan, atau Sulawesi Utara, terus mendorong program pemerintah pusat dan ikut membantu menjaga ekosistem kelapa yang ada di daerah kita untuk terus berkembang dengan hasil yang terbaik,” katanya.

Menurut Joune, langkah tersebut semakin penting mengingat permintaan terhadap komoditas kelapa terus meningkat. Karena itu, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan luas lahan perkebunan kelapa.

“Termasuk mengantisipasi permintaan kelapa yang semakin meningkat dan diikuti dengan menjaga jumlah lahan kelapa,” pungkasnya.

Momentum World Coconut Day di Manado diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi penguatan komitmen bersama untuk membangun industri kelapa dari hulu hingga hilir, meningkatkan produktivitas perkebunan, sekaligus memastikan petani kelapa tetap menjadi bagian penting dalam rantai ekonomi komoditas tersebut. (***) 

Disinyalir Berlindung di bawah PT Energi Bitung Baru, Brando Diduga Mafia Solar Bebas Beroperasi di Bitung dan Tondano

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS — Dugaan penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjadi perhatian. Kali ini, informasi masyarakat mengarah ke wilayah Kota Bitung dan menyebut nama Brando yang diduga terlibat dalam aktivitas pengumpulan maupun penyaluran solar bersubsidi.

Informasi yang berkembang menyebut adanya titik yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut di wilayah Kota Bitung, sebelum Pasar Girian, setelah melewati Jembatan Kuning sekitar 300 meter, di sebelah kiri jalan.

Lokasi tersebut disebut-sebut menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian dan pengecekan serius dari aparat penegak hukum. Namun demikian, informasi mengenai aktivitas maupun fungsi lokasi tersebut masih membutuhkan verifikasi langsung di lapangan.

Tak hanya di Bitung, nama Brando juga disebut dalam informasi yang berkembang terkait dugaan aktivitas serupa di wilayah Tondano.

Munculnya dugaan aktivitas di lebih dari satu wilayah menimbulkan pertanyaan yang perlu dijawab melalui penelusuran aparat: apakah terdapat pola distribusi tertentu, dari mana solar subsidi diperoleh, siapa yang menampung, ke mana BBM tersebut didistribusikan, dan siapa yang diduga berada di balik pengaturannya?

Lebih jauh, beredar pula dugaan bahwa aktivitas Brando tersebut berlindung atau berada di bawah naungan PT Energi Bitung Baru. Namun, sejauh ini dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan membutuhkan klarifikasi serta pemeriksaan dari pihak berwenang maupun pihak perusahaan yang disebut.

Karena itu, masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak hanya melakukan pemeriksaan pada aktivitas di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya mata rantai distribusi yang lebih luas apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Jika benar terjadi penyalahgunaan solar subsidi, persoalannya bukan sekadar aktivitas pengisian atau penampungan BBM. Ada dugaan rantai distribusi yang perlu dibuka secara menyeluruh, termasuk sumber perolehan, dokumen, kendaraan yang digunakan, tujuan distribusi hingga pihak yang memperoleh keuntungan.

Publik berharap penanganan dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan bukti. Jangan sampai subsidi yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat justru diduga masuk ke jalur distribusi yang tidak semestinya.

Kini, informasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi APH untuk melakukan pengecekan dan memastikan apakah dugaan yang berkembang benar memiliki dasar hukum atau hanya sebatas informasi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan Brando dan dugaan keterkaitan dengan PT Energi Bitung Baru masih memerlukan verifikasi dan pembuktian. Pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini memiliki hak untuk memberikan klarifikasi maupun bantahan. (***) 

Dugaan Mafia Solar IM alias Ichal di Bitung-Minut Disorot, Masyarakat Desak Kapolda Baru Bertindak Tegas

Tidak ada komentar

Selasa, 06 Oktober 2026

 


EXPRESSINDONEWS-- Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali menjadi sorotan. Nama IM alias Ichal disebut-sebut dalam informasi yang berkembang sebagai salah satu pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas distribusi solar di wilayah Bitung dan Minahasa Utara (Minut).

Dugaan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena distribusi BBM bersubsidi semestinya berjalan sesuai ketentuan dan diperuntukkan bagi masyarakat serta sektor yang memang berhak menerimanya.

Masyarakat meminta aparat penegak hukum tidak tinggal diam. Terlebih, dengan kepemimpinan baru di Polda Sulawesi Utara, publik berharap ada langkah konkret untuk membongkar jika memang terdapat jaringan atau permainan dalam distribusi solar di wilayah tersebut.

“Kalau memang benar ada praktik mafia solar, harus ditindak tegas. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru kesulitan mendapatkan BBM, sementara ada pihak-pihak tertentu yang diduga bermain di belakang distribusi,” demikian aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Sorotan ini sekaligus menjadi ujian bagi komitmen aparat dalam memastikan distribusi BBM berjalan transparan dan tepat sasaran. Penindakan, jika ditemukan pelanggaran, diharapkan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi pengendali maupun pemasok.

Kapolda Sulut yang baru menjabat diharapkan memberikan perhatian serius terhadap informasi tersebut dengan melakukan penelusuran, pemeriksaan dan penyelidikan secara profesional.

Jika dari hasil penyelidikan ditemukan adanya tindak pidana, masyarakat meminta agar proses hukum dilakukan secara tegas dan transparan, tanpa pandang bulu.

Namun demikian, IM alias Ichal maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam informasi tersebut tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan bantahan. Dugaan yang beredar perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Kini publik menunggu langkah konkret aparat apakah dugaan praktik mafia solar di Bitung dan Minut benar-benar akan dibongkar, atau kembali berhenti sebatas informasi yang beredar di masyarakat. (***) 

HUT ke-81 TNI, Rahman Salehe: TNI Benteng Bangsa dan Pelindung Rakyat

Tidak ada komentar

Senin, 05 Oktober 2026

 


EXPRESSINDONEWS-- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe, menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI di manapun berada.

Atas nama pribadi dan masyarakat Boltim, Rahman menyampaikan terima kasih atas pengabdian, dedikasi serta pengorbanan TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“TNI adalah benteng bangsa, pelindung rakyat, dan penjaga kedaulatan negara. Semoga TNI senantiasa semakin kuat, semakin profesional, dan selalu berdiri bahu-membahu bersama rakyat,” ujar Rahman.

Menurutnya, kekuatan TNI tidak hanya terletak pada kemampuan menjaga pertahanan negara, tetapi juga pada kedekatan dan kemanunggalannya bersama masyarakat.

Rahman pun mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya di Kabupaten Boltim, untuk terus memperkuat persatuan dan sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, DPRD serta seluruh komponen masyarakat.

“Mari kita jaga persatuan dan sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, DPRD dan seluruh komponen masyarakat demi keamanan, kedamaian, serta kemajuan kita bersama, khususnya di Bumi Boltim yang kita cintai,” tutupnya.

Momentum HUT ke-81 TNI yang diperingati 5 Oktober 2026 tersebut diharapkan menjadi pengingat pentingnya menjaga soliditas, persatuan dan kebersamaan dalam mewujudkan Indonesia yang semakin aman, kuat, maju dan sejahtera. (***) 

Jefreey Sorongan: Sikap Victor Mailangkay Tunjukkan Kebesaran Hati Seorang Politisi

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Sikap Victor Mailangkay yang menyampaikan ucapan selamat, dukungan dan motivasi kepada Felly Estelita Runtuwene dinilai sebagai bentuk kebesaran hati dalam menghadapi dinamika politik.

Aktivis Sulawesi Utara, Jefreey Sorongan, menilai apa yang ditunjukkan Victor merupakan sikap yang patut diapresiasi. Sebab, meski sebelumnya terdapat perbedaan pandangan, Victor tetap memilih memberikan dukungan ketika terjadi pergantian kepemimpinan di Partai NasDem Sulawesi Utara.

“Dalam dunia politik sudah menjadi slogan atau catatan bahwa tidak ada lawan ataupun teman yang abadi. Jadi, ucapan dan doa buat Felly itu wajar. Maju-mundur dalam dunia politik juga sudah menjadi sesuatu yang lumrah,” ujar Sorongan.

Menurutnya, perbedaan politik tidak selamanya harus menjadi alasan untuk membangun permusuhan. Justru, cara seseorang menyikapi perbedaan menjadi ukuran kedewasaan dalam berpolitik.

“Awalnya memang tidak sejalan dengan Felly. Tetapi dalam kaitan hari ini, Victor Mailangkay mengatakan ucapan dan support serta motivasi untuk membawa NasDem lebih baik. Menurut kita, itu sesuatu yang bagus,” katanya.

Sikap tersebut, lanjut dia, memperlihatkan sisi gentleman Victor Mailangkay. Victor dinilai mampu menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas dinamika politik yang sebelumnya terjadi.

“Dalam bahasa yang lain, situasi yang dibangun hari ini menunjukkan gentlenya Victor Mailangkay,” tegasnya.

Dukungan yang diberikan Victor juga tidak berarti menghapus dinamika politik sebelumnya. Namun, hal itu menunjukkan bahwa seorang politisi dapat menerima sebuah keputusan dengan kepala tegak dan tetap memberikan semangat bagi keberlanjutan partai.

Kini, tantangan berada di tangan Felly Runtuwene untuk membuktikan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dukungan moral dari Victor menjadi bagian dari dinamika politik, sementara kerja keras dan kemampuan membawa NasDem Sulawesi Utara menjadi lebih kuat akan menjadi pembuktian tersendiri.

“Support dan dukungan Victor tidak akan mengubah situasi dan kondisi kemarin. Intinya, Felly harus bekerja keras untuk NasDem Sulawesi Utara,” pungkasnya. (***) 

HUT ke-81 TNI, Victor Mailangkay: TNI Bersama Rakyat, Indonesia Maju

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Senin (5/10/2026).

Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan pribadi, Victor menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI atas pengabdian, dedikasi serta pengorbanan dalam menjaga kedaulatan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Victor, keberadaan TNI tidak hanya menjadi kekuatan pertahanan negara, tetapi juga merupakan bagian penting yang senantiasa hadir bersama masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketenteraman rakyat.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 TNI. Terima kasih atas pengabdian, dedikasi dan pengorbanan TNI dalam menjaga kedaulatan bangsa, keutuhan NKRI, dan keamanan rakyat,” ujar Victor.

Ia berharap semangat pengabdian para prajurit TNI terus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan serta memperkokoh hubungan antara TNI dan masyarakat.

“TNI Bersama Rakyat, Indonesia Maju,” tegasnya.(***) 

2 Nama Besar ini Beri Pandangan Usai Sikap Kebesaran Hati Victor Mailangkay Ucapkan Selamat Kepada Felly Runtuwene!!

Tidak ada komentar

Minggu, 04 Oktober 2026



EXPRESSINDONEWS--  Sikap Dr. Victor Mailangkay yang memilih mengundurkan diri dari posisi Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Utara mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Keputusan tersebut dinilai bukan sekadar langkah politik, tetapi juga memperlihatkan etika, ketenangan, serta kebesaran hati seorang politisi dalam menghadapi dinamika internal partai.

Pengamat dan akademisi Prof. Dr. Ir. Ruddy Tenda menilai, keputusan Victor menyerahkan langsung surat pengunduran dirinya kepada Ketua Umum Partai NasDem menunjukkan karakter politisi yang memiliki etika dan tetap memberikan penghormatan kepada partai yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan politiknya.

Menurut Ruddy, sikap tersebut semakin terlihat ketika Victor menyampaikan alasan pengunduran dirinya sebagai upaya menghindari terjadinya perpecahan di internal Partai NasDem Sulawesi Utara. Bahkan, Victor tetap memberikan ucapan selamat kepada Ketua DPW yang baru serta berharap NasDem Sulut dapat terus berkembang dan mencapai kemajuan.

Bagi Ruddy, hal itu merupakan gambaran jiwa besar seorang politisi yang telah memiliki pengalaman panjang dalam dunia politik.

“Dr. Victor telah menunjukkan karakter berpartai yang baik terlepas dari kekurangan yang ada,” ujar Ruddy.

Ia menambahkan, pengunduran diri Victor juga sepatutnya menjadi momentum evaluasi internal bagi Partai NasDem untuk membangun tata kelola organisasi yang lebih baik ke depan.

Pandangan senada disampaikan Prof. Drs. Ishak Pulukadang. Ia menilai sikap Victor menunjukkan pribadi yang legowo, ikhlas, rela dan lapang dada menerima kenyataan politik yang dihadapinya.

“Wah, suatu komen yang menunjukkan sikap yang legowo, yaitu sikap ikhlas, rela dan lapang dada menerima kenyataan rekan partainya yang membuatnya mengundurkan diri sebagai Ketua NasDem Sulut,” kata Ishak.

Menurutnya, sikap seperti itu justru jarang ditemukan dalam dinamika sejumlah partai politik. Sebab, konflik antar-kader tidak jarang berkembang menjadi pertentangan yang berujung pada perpecahan internal.

Namun, kata Ishak, Victor justru memilih jalan berbeda. Ia tidak menghendaki pengunduran dirinya menjadi pemicu perpecahan di antara para pendukung maupun kader Partai NasDem Sulawesi Utara. Sebaliknya, Victor berharap di bawah kepemimpinan figur penggantinya, NasDem Sulut tetap solid dan mampu melanjutkan perjuangan politik partai.

Ishak yang mengenal Victor sejak masih menjadi mahasiswa juga memberikan gambaran mengenai karakter pribadi mantan Ketua DPW NasDem Sulut tersebut.

Ia mengaku sejak masa mahasiswa telah melihat Victor sebagai sosok yang cerdas. Bahkan, Ishak pernah mengangkat Victor sebagai asisten dosen untuk mata kuliah Kewiraan serta mendorongnya untuk terjun ke dunia politik melalui Partai Golkar.

Menurut Ishak, pengalaman panjang tersebut turut membentuk karakter Victor sebagai sosok yang tenang dalam menghadapi persoalan.

“Bung Victor yang saya tahu seorang yang cerdas sejak mahasiswa. Karena itu saya pernah mengangkatnya sebagai asisten dosen mata kuliah Kewiraan serta mendorongnya sebagai politisi Golkar. Memang punya karakter yang tenang menghadapi persoalan yang dihadapinya, tidak meledak-ledak menghancurkan sesama kader partai,” ungkapnya.

Ishak menilai, sikap Victor saat menyerahkan tongkat kepemimpinan NasDem Sulut kepada figur pengganti semakin memperlihatkan kematangan dirinya dalam berpolitik.

Meski perannya sebagai Ketua DPW telah berakhir dan posisi tersebut kemudian diambil alih oleh rekan sesama kader, Victor dinilai tetap mampu menunjukkan sikap gentleman dengan menerima keadaan secara dewasa tanpa menjadikannya sebagai alasan untuk menciptakan konflik baru.

Dua pandangan akademisi tersebut pada akhirnya memperlihatkan satu benang merah: politik bukan hanya tentang mempertahankan posisi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu menjaga kehormatan, persahabatan, soliditas partai dan kepentingan yang lebih besar ketika harus meninggalkan sebuah jabatan.

Dalam dinamika politik yang sarat kepentingan, langkah Victor Mailangkay untuk mundur dengan tetap memberikan penghormatan kepada partai dan mendoakan keberlanjutan NasDem Sulut menjadi gambaran bahwa kebesaran seorang politisi terkadang justru terlihat ketika ia memilih untuk melepaskan, bukan memaksakan diri untuk bertahan. (***) 

Victor Mailangkay Tunjukkan Kelasnya, Felly Runtuwene Didoakan Bawa NasDem Sulut Makin Solid

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Kebesaran hati dan kedewasaan dalam berpolitik kembali ditunjukkan Victor Mailangkay. Meski dinamika politik merupakan bagian dari perjalanan setiap kader, Victor memilih menempatkan persatuan dan masa depan partai di atas kepentingan pribadi.

Hal itu terlihat dari sikap Victor Mailangkay yang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Felly Estelita Runtuwene, S.E., yang telah ditetapkan sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Utara.

Dengan penuh ketulusan, Victor menyampaikan penghormatan atas amanah baru yang dipercayakan kepada Felly. Baginya, kepemimpinan baru harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan soliditas seluruh kader NasDem di Sulawesi Utara.

“Saya, Victor Mailangkay, menyampaikan selamat dan sukses atas amanah yang baru. Semoga kepemimpinan Ibu Felly membawa NasDem Sulut semakin kompak, bersatu, dan solid dalam berjuang serta meraih kemenangan.”

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa bagi Victor, perjalanan politik bukan sekadar tentang siapa yang berada di posisi kepemimpinan, tetapi tentang bagaimana seluruh kader tetap menjaga rumah besar partai agar terus berdiri kokoh.

Sikap Victor juga menjadi gambaran bahwa perbedaan dinamika di internal partai tidak harus berujung pada perpecahan. Sebaliknya, pergantian kepemimpinan dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, merawat komunikasi, serta memastikan perjuangan politik tetap berpijak pada kepentingan masyarakat.

Di tengah dinamika politik Sulawesi Utara, pesan Victor tersebut menjadi penegasan bahwa kebesaran seorang politisi bukan hanya terlihat ketika berada di posisi terdepan, tetapi juga ketika mampu memberikan penghormatan dan dukungan kepada penerus perjuangan.

Victor pun menutup pesannya dengan doa dan harapan agar kepemimpinan Felly Runtuwene mendapat penyertaan Tuhan dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

“Tuhan memberkati tugas dan pengabdian.” 

Sebuah pesan singkat, namun menyiratkan makna besar politik boleh berubah, posisi boleh berganti, tetapi persaudaraan, ketulusan dan perjuangan untuk Sulawesi Utara harus tetap dijaga. (***) 

Tatong Bara Apresiasi Kerja Monica Tambajong, PSI Manado Makin Dekat dengan Masyarakat

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Utara, Ir. H. Tatong Bara, memberikan apresiasi terhadap kiprah Ketua DPD PSI Kota Manado, Monica Tambajong, dalam membangun dan memperkuat organisasi partai di Kota Manado.

Menurut Tatong, Monica menunjukkan keseriusan dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai pimpinan PSI Manado. Aktivitasnya tidak hanya berkutat pada urusan internal partai, tetapi juga dilakukan dengan turun langsung menemui masyarakat.

Kerja lapangan tersebut menjadi bagian dari keseharian Monica, terlebih dirinya juga menjalankan tugas sebagai Anggota DPRD Kota Manado.

“Monica ini pekerja keras. Dia turun langsung ke masyarakat, mendengar keluhan dan melihat persoalan yang dihadapi warga. Itu yang saya apresiasi,” ujar Tatong.

Apa yang dilakukan Monica juga terlihat dalam sejumlah kegiatan di lapangan. Sebagai anggota Komisi IV DPRD Manado, ia beberapa kali menindaklanjuti aspirasi warga, termasuk persoalan layanan pendidikan dan fasilitas sekolah. Pada Juli 2026, Monica bahkan mendesak percepatan penanganan gangguan distribusi air bersih yang dikeluhkan masyarakat.

Kepedulian terhadap masyarakat juga ditunjukkan melalui kegiatan bersama penyandang disabilitas. Pada September 2026, Monica bersama PSI Manado membuka ruang kebersamaan sekaligus mendengar aspirasi dan kebutuhan kelompok disabilitas secara langsung.

Di sisi organisasi, Monica juga tengah mendorong penguatan struktur PSI hingga tingkat kelurahan. Ia menegaskan pembentukan ranting di seluruh kelurahan Kota Manado sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran PSI di tingkat akar rumput.

Bagi Tatong, kerja politik tidak cukup hanya dilakukan dari balik meja. Partai harus memiliki struktur yang hidup dan kader yang mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Karena itu, penguatan organisasi PSI Manado diarahkan tidak sekadar pada pemasangan atribut atau penggunaan simbol partai, tetapi juga bagaimana kader hadir, mendengar aspirasi, serta menunjukkan kerja nyata di tengah masyarakat.

“Bendera dipasang, atribut dipakai, tetapi yang paling penting adalah kerja nyata. Masyarakat harus melihat siapa yang hadir dan siapa yang benar-benar bekerja,” tegas Tatong.

Dengan pola kerja tersebut, PSI Manado di bawah kepemimpinan Monica Tambajong terus membangun konsolidasi organisasi sekaligus memperluas ruang komunikasi dengan masyarakat.

Langkah Monica memperkuat struktur hingga tingkat kelurahan, ditambah aktivitasnya sebagai anggota DPRD, menjadi dua sisi yang berjalan bersamaan: membangun organisasi politik sekaligus menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat. (**) 

Diklat Laskar Gerindra, Ferdinand Dumais: Manifesto Partai Menjawab Tantangan Sejarah Indonesia

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Laskar serta Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Manado, yang turut diikuti jajaran dari tingkat Provinsi, dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman kader terhadap arah perjuangan dan manifesto Partai Gerindra.

Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Gerindra, Ferdinand Djeki Dumais, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memanifestasikan nilai-nilai perjuangan Gerindra sekaligus menjawab tantangan sejarah bangsa.

Menurut Ferdinand, Partai Gerindra tidak lahir dalam ruang yang sederhana. Partai tersebut hadir di tengah situasi kebangsaan yang kompleks, namun dibangun atas komitmen, pemikiran, serta refleksi mendalam mengenai masa depan Indonesia.

“Diklat Laskar dan Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado, juga Provinsi, memanifestasikan Manifesto Gerindra. Seiring menjawab sejarah, Partai Gerindra bukan saja terlahir di tengah situasi yang kompleks, tetapi sejatinya ada karena komitmen yang kuat, pemikiran serta refleksi mendalam tentang Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur,” ujar Ferdinand.

Ia menegaskan, semangat tersebut harus diterjemahkan dalam kerja nyata para kader, baik yang berada di struktur partai maupun yang mendapat amanah sebagai wakil rakyat.

Ferdinand juga menyinggung arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita yang menurutnya sejalan dengan cita-cita perjuangan yang tertuang dalam Manifesto Partai Gerindra.

“Seluruh program Presiden dalam Asta Cita diharapkan dapat menghantar bangsa dan rakyat Indonesia menuju kemajuan serta memberikan kepastian hidup yang lebih baik, sesuai dengan Manifesto Partai Gerindra,” katanya.

Menurutnya, perjuangan politik pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat. Karena itu, kader Gerindra dituntut tidak hanya memahami ideologi dan garis perjuangan partai, tetapi juga mampu menghadirkannya dalam bentuk kerja nyata di tengah masyarakat.

Ferdinand berharap, melalui Diklat tersebut, soliditas kader semakin kuat dan seluruh jajaran Gerindra mampu mengawal agenda pembangunan serta memperjuangkan terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera, adil dan makmur.

“Tidak boleh lagi ada paradoks Indonesia. Kemajuan harus dirasakan secara nyata oleh rakyat,” pungkasnya. (***) 

Tatong Bara Sebut Irfan Yusuf Dicintai Warga Singkil, Targetkan Kursi DPRD Manado

Tidak ada komentar

Sabtu, 03 Oktober 2026

 



EXPRESSINDONEWS-- Ketua DPW PSI Sulawesi Utara, Ir H. Tatong Bara, memberikan apresiasi terhadap konsolidasi organisasi PSI di tingkat kecamatan, khususnya pelantikan sembilan pengurus DPD Kecamatan Singkil.

Tatong Bara menyampaikan apresiasi kepada Monica Tambajong bersama jajaran pengurus DPD lainnya yang dinilai terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat struktur partai hingga ke tingkat kecamatan.

Namun, perhatian Tatong Bara juga tertuju pada sosok Irfan Yusuf, yang disebut memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat, khususnya di wilayah Singkil.

“Saya mengapresiasi kinerja Monica Tambajong dan pengurus DPD lainnya. Bro Irfan Yusuf juga saya sangat apresiasi. Irfan sangat dicintai masyarakat Singkil yang hadir dalam pelantikan ini,” ujar Tatong Bara.

Menurut Tatong, keberadaan figur seperti Irfan Yusuf menjadi modal penting dalam memperkuat mesin organisasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap PSI.

Tatong bahkan optimistis, dengan semangat membangun dan dukungan masyarakat yang dimilikinya, Irfan Yusuf berpeluang menjadi salah satu figur yang dapat memperkuat perjuangan PSI pada Pemilihan Legislatif mendatang.

Ia meyakini Irfan Yusuf mampu memperjuangkan satu kursi legislatif untuk wilayah Singkil–Mapanget, sekaligus ikut mendorong target PSI untuk membentuk satu fraksi di DPRD Kota Manado.

“Dengan semangat dan tujuan membangun, saya yakin Irfan Yusuf bisa meraih satu kursi untuk Singkil–Mapanget. Saya melihat Irfan sangat dicintai masyarakat dan saya yakin bisa membantu PSI meraih satu fraksi di DPRD Manado,” tegas Tatong.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa PSI Sulawesi Utara mulai menaruh perhatian terhadap penguatan figur-figur potensial di tingkat daerah. Bagi Tatong Bara, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kemampuan para kader membangun kedekatan dan kepercayaan bersama masyarakat. (***) 

Oskar Manoppo Pastikan Pemda Tak Diam, 25 WPR Boltim Menunggu IPR

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Penetapan 25 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi langkah penting dalam penataan aktivitas pertambangan rakyat. Dari 63 blok WPR yang ditetapkan di Sulawesi Utara, sebanyak 25 blok berada di Boltim. 

Namun, penetapan WPR tersebut belum otomatis membuat aktivitas pertambangan dapat berjalan secara legal. Masyarakat masih menunggu tahapan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) serta kepastian teknis pelaksanaannya. 

Bupati Boltim Oskar Manoppo menegaskan, pemerintah daerah terus mengawal proses tersebut dan telah melakukan konsultasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“IPR saya sudah konsultasi dengan Pak Gubernur dan masih menunggu persetujuan dari pusat. Pemda tidak diam dalam hal IPR ini,” ujar Oskar.

Ia pun meminta masyarakat, khususnya para penambang rakyat, untuk tetap bersabar karena proses penerbitan IPR masih berjalan.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap bersabar, karena hal ini masih dalam proses,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Boltim juga menyebut telah mengusulkan puluhan titik WPR kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian hukum bagi aktivitas pertambangan rakyat. 

Kini, masyarakat menunggu agar penetapan WPR tersebut segera ditindaklanjuti dengan kepastian IPR, titik dan batas wilayah, sehingga aktivitas pertambangan rakyat dapat berlangsung sesuai ketentuan hukum. (***) 

Kadis PUPR Boltim Tegaskan Air di Buyat Berfungsi, Gangguan Disebut Dipicu Kerusakan Pipa

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Persoalan layanan air bersih di wilayah Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mendapat penjelasan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Boltim, Haris Pratama Sumanta, ST.

Saat dikonfirmasi terkait kondisi pelayanan air di Buyat, Haris menegaskan bahwa layanan air sebenarnya sudah berjalan. Menurutnya, gangguan yang terjadi lebih disebabkan oleh sejumlah kendala teknis, terutama kerusakan jaringan pipa.

“Air sudah jalan. Kendala-kendala yang sering terjadi, ada aktivitas alat berat di atas yang sering menyebabkan pipa pecah dan mengganggu layanan,” tegas Haris.

Ia juga membantah anggapan yang menyebut bahwa selama dua tahun terakhir layanan air di wilayah tersebut tidak berjalan sama sekali.

Menurut Haris, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Ia bahkan menyatakan siap mempertanggungjawabkan keterangannya tersebut.

“Kalau bilang selama dua tahun ini tidak jalan, itu salah. Dan saya bisa pertanggungjawabkan,” ujarnya.

Haris menjelaskan, gangguan distribusi air tidak serta-merta menunjukkan bahwa sistem pelayanan tidak berfungsi. Kerusakan pipa akibat aktivitas alat berat di sekitar jaringan menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan suplai air kepada masyarakat terganggu.

Pihak Dinas PUPR Boltim pun diharapkan terus melakukan pengawasan dan penanganan terhadap jaringan yang mengalami kerusakan, sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat Buyat dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. (***) 

Hari Kesaktian Pancasila, Victor Mailangkay: Pancasila Harus Menjadi Cara Hidup

Tidak ada komentar

Kamis, 01 Oktober 2026

 


EXPRESSINDONEWS--  Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali merefleksikan pentingnya menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sejarah telah mencatat bahwa Indonesia pernah menghadapi berbagai ujian yang dapat mengancam persatuan bangsa. Namun, Indonesia mampu tetap berdiri kokoh karena kekuatan persatuan dan kesetiaan terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Kesaktian Pancasila adalah pengingat bahwa Indonesia pernah diuji, namun tetap berdiri tegak karena persatuan,” demikian pesan Victor Mailangkay dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026.

Ia menegaskan, Pancasila tidak seharusnya hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sosial.

“Mari kita jaga Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi sebagai cara hidup, cara kerja, dan cara kita saling menghormati di Bumi Nyiur Melambai,” pesannya.

Bagi Sulawesi Utara yang dikenal dengan keberagaman masyarakatnya, semangat persatuan dan toleransi menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pun diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa secara bersama-sama.

Dengan semangat Pancasila, masyarakat Sulawesi Utara diharapkan terus menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan serta memperkuat kebersamaan demi terwujudnya daerah yang aman, rukun dan maju. (***) 

Jimmy Gosal: Anak Adalah Investasi, Jangan Ada yang Kehilangan Hak Pendidikan

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Pendidikan anak tidak sekadar berbicara tentang ruang kelas, buku dan ijazah. Di balik setiap anak yang bersekolah, ada investasi jangka panjang yang menentukan seperti apa wajah Kota Manado dalam 10, 20 hingga 30 tahun mendatang.

Karena itu, persoalan anak putus sekolah dinilai tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Ketika seorang anak kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan, yang dipertaruhkan bukan hanya masa depannya, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan arah pembangunan daerah.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Manado, Jimmy Gosal, saat menghadiri Launching dan Sosialisasi Gema Makase (Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah) di Ruang Serbaguna Pemerintah Kota Manado, Kamis (1/10/2026).

Menurut Gosal, pemerintah harus melihat pendidikan sebagai sebuah investasi besar bagi daerah. Anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah merupakan generasi yang nantinya akan menjadi tenaga profesional, pelaku usaha, pemimpin, maupun bagian penting dari kehidupan sosial Kota Manado.

“Anak putus sekolah ini, itulah awal mulanya muncul peks-peks. Ini berhubungan dengan tingkat kriminal yang muncul di Kota Manado akibat banyak anak putus sekolah,” ujar Gosal.

Ia menilai pencegahan harus dilakukan sebelum seorang anak benar-benar meninggalkan sekolah. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan mendeteksi sejak dini anak-anak yang mulai mengalami persoalan pendidikan, baik karena faktor ekonomi, keluarga, lingkungan maupun persoalan sosial lainnya.

Bagi Gosal, mengembalikan anak ke sekolah berarti menyelamatkan investasi daerah untuk masa depan.

Program Gema Makase yang digagas Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pun mendapat dukungan DPRD Manado. Namun, dukungan tersebut diikuti dengan harapan agar program benar-benar memiliki hasil yang terukur dan menyentuh anak-anak yang membutuhkan.

“Lembaga DPRD Manado sangat mendukung setiap program Pemkot Manado sepanjang itu untuk kepentingan masyarakat Manado, lebih khusus terkait pengentasan anak putus sekolah,” tegasnya.

Gosal juga mengingatkan pentingnya koordinasi antarlembaga. Penanganan anak putus sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta berbagai pihak lainnya.

“Jangan sampai penganggarannya tumpang tindih,” katanya.

Ia kemudian mendorong agar pemerintah menggunakan pendekatan berbasis data. Pendataan dapat dilakukan di setiap kecamatan untuk mengetahui secara nyata jumlah anak yang tidak lagi bersekolah sekaligus mengidentifikasi penyebabnya.

Bahkan, satu wilayah dapat dijadikan percontohan penanganan sebelum pola tersebut dikembangkan ke kecamatan lainnya.

“Supaya jadi contoh untuk kecamatan lainnya,” ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar Gema Makase tidak berhenti sebagai program atau kegiatan seremonial. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pemerintah menemukan anak yang telah keluar dari sistem pendidikan, memahami persoalan yang mereka hadapi, kemudian membuka kembali jalan agar mereka dapat bersekolah.

Sebab, investasi terbesar sebuah daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga manusia yang akan mengelola pembangunan tersebut di masa depan.

Kota Manado hari ini sedang menyiapkan generasi yang akan menentukan wajah kota ini dua dekade mendatang. Anak-anak yang sekarang mendapatkan pendidikan dengan baik berpotensi menjadi kekuatan utama bagi kemajuan ekonomi, sosial dan pembangunan daerah.

Sebaliknya, ketika anak-anak kehilangan akses pendidikan, daerah berisiko kehilangan bagian dari potensi sumber daya manusianya.

Karena itu, persoalan anak putus sekolah harus ditempatkan sebagai agenda serius pembangunan Kota Manado. Pemerintah, DPRD, sekolah, keluarga dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar.

Sebab, menyekolahkan anak hari ini bukan sekadar memenuhi kewajiban pendidikan. Itu adalah investasi Kota Manado untuk 20 tahun ke depan. (***) 


Victor Mailangkay Tinggalkan NasDem, Pesan Michael Tungari Jadi Sorotan: Beda Langkah, Persaudaraan Tetap Ada

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Keputusan Johanis Victor Mailangkay untuk meninggalkan Partai NasDem tidak hanya menjadi bagian dari dinamika politik Sulawesi Utara, tetapi juga memunculkan berbagai respons dari mereka yang selama ini berjalan bersama.

Salah satu pesan yang menarik perhatian datang dari Michael Tungari. Alih-alih menyoroti perbedaan politik, Tungari memilih menyampaikan pesan yang sarat makna tentang persahabatan, penghormatan dan pengabdian.

“Terima kasih kaka Victor atas kebersamaan, persahabatan, dan setiap langkah yang pernah kita lalui bersama,” ungkap Tungari.

Bagi Tungari, perubahan langkah politik merupakan bagian dari perjalanan setiap orang. Namun, keputusan untuk mengambil jalan berbeda tidak serta-merta menghapus hubungan yang telah terbangun.

“Setiap perjalanan memiliki waktunya, dan setiap pengabdian memiliki jalannya masing-masing. Perbedaan langkah tidak menghapus rasa hormat, dan perubahan posisi tidak menghapus persaudaraan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting di tengah dinamika politik yang kini mengiringi langkah Victor Mailangkay.

Tungari juga menyampaikan dorongan agar Victor tetap melanjutkan pengabdian, terlepas dari posisi dan wadah politik yang nantinya dipilih.

“Teruslah melangkah, teruslah mengabdi. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan di mana kita berdiri, tetapi apa yang kita berikan bagi negeri,” katanya.

Pesan itu sekaligus memperlihatkan bahwa perubahan kendaraan politik tidak selalu harus dimaknai sebagai berakhirnya sebuah hubungan. Ada sejarah kebersamaan dan persahabatan yang tetap dihargai meski arah perjalanan politik mulai berbeda.

Di penghujung pesannya, Tungari menutup dengan sebuah kalimat yang memiliki ikatan kuat dengan perjalanan politik Victor selama berada di NasDem.

Kini, setelah Victor Mailangkay menyatakan mundur dari NasDem, perhatian publik tentu tertuju pada langkah politik berikutnya. Ke mana Victor akan membawa perjalanan pengabdiannya selanjutnya masih menjadi bagian dari dinamika politik Sulawesi Utara. (***) 

Pansus DPRD Manado Turlap ke Rutan dan PKBI, Soroti Rehabilitasi hingga Peredaran Lem Eha Bond

Tidak ada komentar

Rabu, 30 September 2026

 


EXPRESSINDONEWS--  Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Manado yang diketuai Ferdinand Djeki Dumais melakukan kunjungan lapangan (turlap) ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Manado di Malendeng dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pendalaman pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN dan Prekursor Narkotika).

Dalam turlap tersebut, Ferdinand Djeki Dumais didampingi anggota Pansus Herry Kolondam, Tommy Parasan, Lady Olga dan Roy Ticoalu. Kehadiran Pansus di dua lokasi tersebut untuk menggali secara langsung berbagai persoalan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, rehabilitasi, pelayanan kesehatan hingga pembinaan terhadap warga binaan.

Secara prinsip, Ranperda ini diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan, melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. Regulasi tersebut juga diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih baik bagi korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya, baik melalui layanan medis maupun sosial.

Dalam kunjungan ke PKBI, Pansus mendapatkan sejumlah masukan penting mengenai mekanisme rehabilitasi bagi pengguna NAPZA.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketentuan terkait kartu lapor diri, di mana masa perawatan yang hanya dilakukan dua kali dinilai belum maksimal. PKBI berharap masa perawatan dapat berlangsung lebih komprehensif dan berkelanjutan hingga pengguna NAPZA dinyatakan pulih atau memenuhi kriteria untuk mengakhiri proses rehabilitasi.

PKBI juga menyampaikan harapan agar perkara kepemilikan narkotika dalam jumlah kecil dapat menjadi perhatian dalam pembahasan Ranperda. Untuk kasus kepemilikan di bawah satu gram, misalnya, diharapkan terdapat ruang rehabilitasi bagi pengguna sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini turut dikaitkan dengan kasus warga binaan bernama Yoshua yang disebut dalam pertemuan tersebut. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan Pansus dalam merumuskan regulasi yang tetap memperhatikan aspek keadilan, pemulihan dan rehabilitasi.

Sementara itu, dari kunjungan ke Rutan Kelas IIA Manado, Pansus memperoleh gambaran mengenai persoalan narkotika di lingkungan warga binaan.

Secara keseluruhan, jumlah warga binaan di Rutan tersebut mencapai sekitar 511 orang. Dari jumlah itu, sekitar 10 hingga 15 persen disebut merupakan warga binaan yang tersangkut kasus narkoba, obat terlarang maupun psikotropika.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pansus karena persoalan narkotika tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut aspek kesehatan, pembinaan dan pemulihan.

Pansus juga menerima masukan agar tenaga medis lebih proaktif dalam memberikan pelayanan kepada warga binaan yang menjalani proses perawatan NAPZA.

Kehadiran dokter dinilai penting karena para pengguna membutuhkan konsultasi untuk mengetahui tingkat ketergantungan terhadap narkotika sekaligus mendapatkan penanganan medis yang sesuai.

Sorotan juga diarahkan terhadap pelayanan rehabilitasi di RS Bhayangkara. Para pengguna NAPZA diharapkan memperoleh pelayanan yang lebih humanis dan tidak mendapatkan stigma negatif.

Pendekatan yang manusiawi dinilai penting dalam proses rehabilitasi, sebab mereka yang mengalami ketergantungan membutuhkan dukungan medis sekaligus pendampingan sosial agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat.

Selain narkotika, PKBI turut menyoroti penyalahgunaan lem Eha Bond yang masuk dalam kategori zat adiktif lainnya.

Persoalan ini dinilai cukup meresahkan karena pengguna lem tersebut banyak berasal dari kalangan anak usia sekolah. Harga yang relatif murah dan kemudahan mendapatkan produk tersebut menjadi persoalan tersendiri.

PKBI berharap Pansus dapat mempertimbangkan pengaturan terhadap sistem penjualan dan peredaran zat adiktif tersebut dalam Ranperda maupun regulasi turunannya.

Sementara itu, keberadaan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) juga menjadi perhatian. Fasilitas IPWL dinilai sudah semakin baik, namun sarana dan prasarana diharapkan terus ditingkatkan agar pelayanan rehabilitasi bagi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Ketua Pansus Ferdinand Djeki Dumais bersama anggota Pansus menyatakan seluruh masukan yang diperoleh dalam kunjungan lapangan tersebut akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut.

Pansus menilai masukan dari Rutan dan PKBI penting untuk menyempurnakan draf Ranperda sehingga ketika nantinya ditetapkan menjadi Perda, regulasi tersebut benar-benar menjawab persoalan yang terjadi di lapangan.

Pansus menegaskan, tujuan utama regulasi bukan hanya pemberantasan, tetapi juga bagaimana mencegah, melindungi dan menyelamatkan masyarakat Kota Manado dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Karena itu, Ranperda P4GN dan Prekursor Narkotika diharapkan mampu membangun pendekatan yang seimbang antara penegakan hukum, pencegahan, pelayanan kesehatan, rehabilitasi dan pemulihan sosial. (***) 

Victor Mailangkay Cabut Dari NasDem, Manuver Besar Apa di Balik Langkah Sang Wagub?

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Peta politik Sulawesi Utara kembali bergerak. Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Johannes Victor Mailangkay, SH., MH., resmi menyatakan mundur dari Partai NasDem.

Keputusan itu disampaikan Victor setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya di NasDem Tower, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Surat tersebut diserahkan sekitar pukul 13.45 WIB dan diterima langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, serta Ketua DPP NasDem sekaligus Ketua Fraksi NasDem DPR RI Viktor Laiskodat.

“Diinfokan bahwa saya Victor Mailangkay telah serahkan surat pernyataan undur diri dari Partai NasDem, pada hari Selasa, 29 September sekitar jam 13.45 WIB di NasDem Tower Jakarta yang diterima langsung oleh Bapak H. Surya Paloh, Ketum NasDem dan Kk Viktor Laiskodat, Ketua DPP/Ketua Fraksi NasDem DPR-RI,” demikian pernyataan Victor.

Mundurnya Victor jelas bukan sekadar perpindahan seorang kader biasa.

Victor selama ini merupakan salah satu figur sentral NasDem di Sulawesi Utara. Bahkan pada awal 2026, ia masih tercatat sebagai Ketua DPW NasDem Sulut dalam struktur kepengurusan partai.

Pada Agustus 2026 pun, Victor masih tampil dalam kapasitas sebagai Wakil Gubernur sekaligus Ketua DPW NasDem Sulut dalam pemberitaan resmi Partai NasDem.



Pertanyaan politik berikutnya pun mulai mengemuka ke mana langkah Victor Mailangkay setelah meninggalkan NasDem?


Belum ada pernyataan resmi dari Victor mengenai partai politik yang akan menjadi tujuan berikutnya.

Karena itu, spekulasi mengenai kemungkinan Victor bergabung dengan partai tertentu masih harus ditempatkan sebagai dinamika politik, bukan sebuah keputusan yang telah dikonfirmasi.

Namun secara politik, keluarnya Victor dari NasDem membuka ruang baru dalam konstelasi partai di Sulawesi Utara.

Apalagi Victor saat ini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulut. Pada Pilkada 2024, ia berpasangan dengan Yulius Selvanus dan pasangan tersebut didukung koalisi besar yang terdiri dari Gerindra, NasDem, Golkar, PKS, PSI, PKB, PAN dan Perindo.

Artinya, jejaring politik Victor tidak berdiri hanya pada satu partai.

Dari sinilah pertanyaan tentang “pelabuhan politik” Victor berikutnya menjadi menarik untuk dicermati.

Apakah akan bergabung dengan partai yang memiliki kedekatan politik dengan pemerintahan Provinsi Sulut?

Apakah memilih partai yang selama ini menjadi bagian dari jejaring koalisi pendukung pemerintahan?

Atau justru mengambil posisi politik baru di luar spekulasi yang selama ini berkembang. 


Yang pasti, keputusan mundur dari NasDem pada saat Victor masih berada dalam lingkaran pemerintahan provinsi membuat dinamika politik Sulawesi Utara memasuki babak baru.

Di sisi lain, pengunduran diri Victor tentu membawa konsekuensi tersendiri bagi NasDem Sulut.

Victor bukan hanya pernah menjadi bagian dari struktur partai, tetapi merupakan figur yang memimpin DPW NasDem Sulut. Bahkan pada Juli 2026, Victor masih aktif menjalankan agenda konsolidasi partai dan menerima tim formatur NasDem Bolaang Mongondow Utara.

Karena itu, pengunduran dirinya menyisakan pertanyaan lanjutan tentang arah konsolidasi NasDem Sulut setelah ditinggalkan figur yang selama ini berada di pucuk pimpinan.

Dan yang tidak kalah menarik, di mana Victor akan kembali membangun rumah politiknya?

Untuk sementara, jawabannya belum tersedia.

Tetapi ke mana ia akan berlabuh, masih menjadi tanda tanya besar yang kini menunggu jawaban dari Victor sendiri.

Satu hal yang jelas: perpindahan politik seorang Wakil Gubernur sekaligus mantan Ketua DPW partai bukan sekadar pergantian kartu keanggotaan.

Ini adalah sebuah perubahan posisi politik yang patut dicermati dalam konstelasi Sulawesi Utara ke depan. (***) 

Kapolres Boltim Ajak Masyarakat Kenang Jasa Pahlawan dalam Peringatan G30S/PKI

Tidak ada komentar

Selasa, 29 September 2026

 


EXPRESSINDONEWS-- Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bersama seluruh staf dan jajaran menyampaikan ucapan peringatan Hari G30S/PKI, sekaligus mengajak masyarakat untuk sejenak mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Polres Boltim yang menampilkan Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., dengan latar Monumen Pancasila Sakti sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah bangsa.

Dalam pesan tersebut, Polres Boltim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melupakan pengorbanan para pahlawan yang telah memberikan jasa bagi bangsa dan negara.

“Mari sejenak kita mengheningkan cipta untuk jasa pahlawan sejati yang telah membela negeri,” demikian pesan yang tertuang dalam materi peringatan tersebut.

Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang kembali berbagai peristiwa sejarah bangsa sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan, persatuan dan penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan para pendahulu.

Bagi jajaran Polres Boltim, penghormatan terhadap sejarah juga menjadi bagian dari upaya menjaga semangat nasionalisme serta memperkuat kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolres Boltim bersama seluruh jajaran pun mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai refleksi untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.

“Menghormati sejarah, mengenang jasa pahlawan, dan menjaga persatuan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk Indonesia,” menjadi pesan utama yang tersirat dalam peringatan tersebut. (***) 

PETI di HPT Garini Kembali Jadi Sorotan, Nama AK Alias Ateng Mencuat, Gakkum Diminta Turun Tangan!!

Tidak ada komentar

 


Foto: Lokasi Hutan Garini dan diduga banyak tempat Rendaman PETI (ist) 

EXPRESSINDONEWS--  Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Garini, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kembali menjadi sorotan. Bukan semata karena aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), tetapi juga karena munculnya pertanyaan besar mengenai siapa yang berada di balik aktivitas tambang menggunakan alat berat di kawasan hutan tersebut.

Status Garini sebagai Hutan Produksi Terbatas (HPT) membuat persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai aktivitas pertambangan biasa. Apalagi, pada 12 Mei 2026, aparat kepolisian telah melakukan penertiban di kawasan tersebut dan menemukan 10 unit excavator yang sedang beroperasi. Alat berat tersebut kemudian dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Fakta tersebut sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan berskala besar pernah berlangsung di kawasan HPT Garini.


Siapa pemodalnya? Siapa pengendalinya? Siapa yang mengatur operasional alat berat tersebut? Dan bagaimana aktivitas tambang bisa berlangsung di kawasan HPT dengan menggunakan banyak excavator?

Kini, informasi yang berkembang di tengah masyarakat kembali menyeret nama AK alias Ateng, yang disebut-sebut sebagai salah satu nama besar yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas PETI di kawasan Garini.

Namun demikian, dugaan tersebut tentu harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan. Tidak boleh berhenti pada isu maupun informasi dari sumber lapangan.

Justru di sinilah aparat penegak hukum ditantang untuk membongkar persoalan sampai ke akar-akarnya.

Sebab, jika yang ditindak hanya operator lapangan atau alat berat, sementara pemodal dan pihak yang diduga mengendalikan aktivitas pertambangan tidak tersentuh, maka persoalan PETI akan berpotensi kembali berulang.

Publik tentu masih mengingat penindakan pada Mei 2026. Saat itu aparat menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang terlibat di balik 10 excavator yang ditemukan beroperasi di Garini.

Maka, nama AK alias Ateng yang kini disebut-sebut di tengah masyarakat patut menjadi salah satu informasi yang diverifikasi, bukan langsung dianggap sebagai pelaku.

Aparat perlu memastikan apakah benar terdapat hubungan antara nama tersebut dengan kepemilikan alat berat, pembiayaan, pengelolaan lahan, jaringan pekerja, maupun aktivitas produksi emas di kawasan Garini.

Lebih jauh, persoalan ini bukan hanya menyangkut dugaan pelanggaran pertambangan. Karena lokasinya disebut berada di kawasan HPT, aspek kehutanan dan kerusakan lingkungan juga perlu diperiksa secara serius.

Untuk itu, penegak hukum bidang lingkungan hidup dan kehutanan (Gakkum) diminta turun tangan ke Garini. Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk memastikan status kawasan, titik aktivitas, dampak terhadap kawasan hutan serta legalitas penggunaan kawasan tersebut.

Termasuk berkoordinasi dengan Kantor Seksi Wilayah III, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sulawesi serta instansi kehutanan terkait agar persoalan Garini tidak hanya dilihat dari sisi aktivitas PETI, tetapi juga dari aspek dugaan penggunaan kawasan hutan secara tidak sah.


Jika 10 excavator saja pernah ditemukan beroperasi di kawasan HPT Garini, siapa sebenarnya yang membiayai dan mengendalikan aktivitas tersebut?

Dan jika nama AK alias Ateng benar memiliki keterkaitan sebagaimana informasi yang berkembang, publik berhak mengetahui sejauh mana aparat telah melakukan pendalaman.

Garini tidak membutuhkan sekadar penertiban sesaat.

Garini membutuhkan pengusutan sampai kepada pemodal dan aktor di balik layar.

Sebab, menghentikan excavator adalah satu langkah. Membongkar siapa yang berada di belakang aktivitas PETI adalah pekerjaan berikutnya yang jauh lebih penting. (***) 

Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com